AsahanTV I Kisaran – Menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak kabupaten Asahan tahun 2026, Calon kepala desa perkebunan teluk dalam kec. teluk dalam No Urut 02 (Sugiharto) di zolimi.
Karyawan PT. Padasa Enam Utama mengaku dirinya dipaksa atasan untuk tidak memilih calon nomor 02 pada pemilihan kepala desa perkebunan teluk dalam.
”Kami dipanggil perusahaan disuruh buat komitmen berbentuk perjanjian untuk tidak memilih nomor 02, kami di intimidasi harus memilih calon lain,”ucap warga didalam rekaman vidio yang meminta identitasnya disembunyikan.
”Jadi cemana la pak, bingung, kami di intimidasi untuk tidak memilih bapak,”terangnya.
Menyikapi hal itu, Sugiharto tidak ambil pusing, ia berserah diri kepada Allah SWT. Namun tetap berusaha dan berdo’a.
”Saya tidak ambil pusing lah, mau dizolimi seperti apapun kalau Allah SWT berkehendak kemudian dipilih masyarakat saya pasti menang,”kata Sugiharto kepada awak media.
Terpisah, Muhammad Dadang Irwan Rany SH. yang merupakan ketua Partai PBB Kabupaten Asahan kepada mengatakan sangat menyayangkan atas insiden yang terjadi.
”Sangat disayangkan, seyogyanya di momen berjalannya pesta demokrasi pemilihan kepala desa masyarakat bebas memilih dan menentukan calon Kades untuk memimpin desa mereka bukan malah di intimidasi seperti itu, hal tersebut sudah menciderai demokrasi dan merampas hak warganegara, perbuatan itu juga melanggar HAM,”jelasnya. (Red)