Oplus_0
AsahanTV I Kisaran – Menyikapi demonstrasi besar-besaran beberapa hari ini di Jakarta akhirnya mendapat respon dari mahasiswa di daerah seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Asahan dengan melakukan konsolidasi di jajaran internal kampus, pada Senin (15/06/2026).
Konsolidasi ini mereka lakukan dalam rangka menyatukan persepsi terkait tuntutan yang akan disuarakan.
Ketua BEM UNIVERSITAS ASAHAN atau yang biasa mereka menyebut nya presiden mahasiswa (Presma) Patria Sahdan mengatakan dalam melakukan konsolidasi ini yaitu menyikapi isu nasional yang sudah di suarakan juga di beberapa daerah. “Kami merumuskan dan menyepakati bukan hanya isu nasional karena ini didaerah maka kami juga mendiskusikan terkait isi daerah ini,”ujar Sahdan.
Adapun tuntutan sebagai berikut”
1. Stop pemborosan APBN
2. Turun kan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Berhentikan program MBG dan pembangunan koperasi desa merah putih (KOPDES)
4. Hentikan militerisme diranah sipil
5. Prabowo berhenti menghelak dan mengakui kesalahannya.
6. Sahkan RUU perampasan Aset
Enam tuntutan ini merupakan tuntutan Nasional. Dan untuk tuntutan daerah yaitu :
1. Pembangunan Menara jangan dilanjutkan dan anggaran sangat fantastis sehingga kami berharap penegak hukum untuk memeriksa pihak yang diduga telah menghambur – hamburkan uang Negara
2. Serta meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Asahan untuk menghentikan pembangunan Gedung olahraga yang saat ini masih belum selesai kami menilai ‘Mangkrak’
3. Serta meminta kepada Bupati Asahan untuk menghentikan rencana pembangun Rumah sakit internasional Yang sudah dimulai dengan dibangunnya pondasi , karena proyek pembangunan ini dijadikan multi years sehingga ini kami nilai menghambur kan uang Negara.
4. Meminta kepada pemerintah kabupaten Asahan untuk lebih memikirkan pembangunan infrastruktur yang saat ini sangat membutuhkan pembangunan dari pada proyek yang tidak jelas seperti beberapa point diatas.
“Dengan beberapa point diatas yang telah kami rumus kan sehingga kami akan menggelar Aksi Demonstrasi ini dengan waktu dekat, kami berharap bahwa aksi kami ini dikawal dengan damai,”jelas Patria Sahdan tegas. (Red)