Asahan – Peredaran vape getar (pod getar) yang diduga berisi cairan narkotika atau obat keras jenis etomidate sedang marak dan menjadi sorotan serius di Kabupaten Asahan, khususnya Kota Kisaran.
Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), vape getar sering kali disisipi zat berbahaya seperti etomidate, ganja sintetis, atau MDMA yang dapat menyebabkan tubuh gemetar, jantung berdebar, hilang kesadaran, hingga overdosis.
Peredaran narkotika dengan modus baru berkedok vape jenis POD GETAR dikabarkan kian marak di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, sejak awal Juni 2026. Informasi yang dihimpun menyebut, produk ini beredar luas di sejumlah tempat hiburan malam (THM) dan menyasar ke kalangan masyarakat.
Sejumlah merek seperti Yakuza, K-Pods, hingga Lamborghini 88 disebut menjadi yang paling diminati. Nilai transaksi yang tinggi mengindikasikan telah berkembang menjadi bisnis gelap terorganisir dengan perputaran uang cukup besar di wilayah Asahan.
Harga satu paket (bungkus/pics) dijual senilai Rp1,2 juta hingga Rp2 juta keatas. Meski menyerupai rokok elektrik, cairan dalam perangkat ini diduga mengandung zat adiktif yang berbahaya bagi sistem saraf.
Penggunaan label dan merek premium diduga menjadi strategi untuk menyamarkan identitas sebagai narkotika sekaligus menarik minat pengguna.
Seorang warga yang tak mau disebut namanya mengatakan, peredaran POD Getar di wilayah Kabupaten Asahan terkhusus Kota Kisaran kian marak dan sangat gampang untuk membelinya.
“Alah bang, gampang kalau kita mau aja beli pod getar ini. Tinggal pesan aja, mau diantar apa dijemput sendiri. Bukan kalangan masyarakat aja yang gunakan, sekelas anggota Dewan dan oknum-oknum tertentu aja pun makek,” katanya.
Menurutnya, peredaran narkotika jenis sabu ataupun lainnya dari dulu takkan bisa dimusnahkan. Apalagi ini masuk produk baru POD Getar yang gampang didapatkan dengan putaran keuangan cepat dan cukup besar.
“Udalah bang, capek kita bahas ini. Dimana-mana asal gerebek penangkapan pastinya pengedar atau pemakai, mana pernah seorang bandar. Orang semuanya dari mereka disalurkan dan kembali ke mereka,” ungkapnya.
Dijelaskannya, untuk pemakaian pod getar bisa dimana saja. Mau dirumah, kos-kosan, bahkan ditempat umum sekalipun. (Red)