Tanjungbalai – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara bersama Wakil Walikota Tanjungbalai Muhammad Fadli Abdina, berhasil merubah Kota Tanjungbalai lebih baik sebagai Tanjungbalai Emas.
Mengusung Visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera), Mahyaruddin Salim Batubara langsung melakukan manuver diberbagai sektor di Kota Tanjungbalai.
Sehingga, terlihat hasil nyata dan konkret yang dilakukan melalui kebijakan-kebijakan yang fundamental yang menjadi pondasi awal dalam mewujudkan visi Tanjungbalai Emas dalam kepemimpinannya yang sudah berusia 16 bulan.
Penataan Pedagang
Dimulai dari penataan pedagang, pasangan Mahyaruddin Salim Batubara dan Muhammad Fadli Abdina melakukan penataan dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan inti Kota Tanjungbalai, di Alun-alun sultan Abdul Jalil Rahamdasyah.
Langkah penataan ini dilakukan untuk menciptakan kenyamanan bagi seluruh masyarakat, baik pedagang, pembeli, maupun pengguna jalan.
“Mengingat kawasan ini menjadi pusat berkumpulnya masyarakat. Pemko Tanjungbalai tidak melarang masyarakat berdagang, namun tetap harus menjaga ketertiban kenyamanan, kebersihan, sehingga keindahan kota bisa terjaga dan kita semua nyaman saat beraktivitas saat berkunjung ke Kota Tanjungbalai,” kata Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim Batubara.
Tak hanya Inti Kota, Pemko Tanjungbalai juga melakukan pembenahan di kawasan pasar bahagia yang dipenuhi oleh pedagang di badan jalan yang mengakibatkan kemacetan.
Kini setidaknya, 70 pedagang telah direlokasi ke lokasi baru yang telah disediakan Pemko Tanjungbalai, sehingga kini Jalan Bahagia tak lagi macet.
Infrastruktur Berkelanjutan Mengantisipasi Banjir
Pemko Tanjungbalai juga melakukan pembenahan di sektor drainase gorong-gorong hingga sungai untuk mengantisipasi banjir yang sering terjadi. Mulai dari banjir kiriman, pasang rob, mUpun curah hujan ekstrim.
Kini Pemko Tanjungbalai memfokuskan penanganan normalisasi dan pelebaran sungai yang ada di Kota Tanjungbalai.
Selain itu, saat ini sungai di daerah aliran sungai mengalami penyempitan dan pendangkalan karena telah didirikan bangunan milik warga.
“Melalui pendekatan persuasif, dan kekeluargaan yang dibangun, saat ini proses normalisasi telah terlaksana. Salah satunya, di sungai Sijambi yang berada di Kelurahan Sirantau,” katanya.
Katanya, saat ini PTUR masih melakukan normalisasi sungai Sijambi sepanjang 653 meter, dan pengerjaan hampir 150 meter.
“Harapannya normalisasi sungai dilakukan untuk memperlancar aliran air, mengurangi sedimentasi, serta meningkatkan kapasitas tampung sungai saat curah hujan tinggi,” katanya.
Melalui laman media sosial Pemko Tanjungbalai hingga sosial media, langsung menginformasikan ke masyarakat terkait sosialisasi dan himbauan agar tetap menjaga daerah aliran sungai.
Selain itu, drainase turut dilakukan pengorekan untuk untuk mengantisipasi banjir Rob di Jalan Sudirman, Cokroaminoto, Jalan Gereja, Jalan Asahan, Tengku Umar, M Abbas.
Pengembangan Sentra Perikanan
Pemko Tanjungbalai juga telah mengembangkan wilayah sentra perikanan di Sumut seluas 33 hektare di kawasan pulau buaya. Upaya ini dilakukan saat pertemuan Walikota Tanjungbalai dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Hal ini dilakukan untuk menopang kehidupan nelayan dan UMKM untuk menghilangkan kemiskinan yang absolut.
“Alhamdulillah, program ini didukung oleh Pemprov Sumut, dan memberikan bantuan keuangan provinsi sebesar Rp 3,5 miliar untuk pembangunan drainase pada pergeseran anggaran tahun 2026 sebagai bentuk kebijakan program ekonomi biru yang mana memang Kota Tanjungbalai memiliki posisi strategis dalam pembangunan jangka menengah nasional,” ujarnya.
Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Pada tahun 2027, Pemko Tanjungbalai akan merealisasikan rencana pinjam pakai lahan parkir di kawasan RSUD Tengku Mansyur untuk melanjutkan program universal health coberage.
“Sebagaimana dicanangkan Pemprov Sumut, cakupan kepesertaan BPJS kesehatan telah mencapai 99,4 persen dari jumlah penduduk. Sehingga, fokus berikutnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Hal ini juga masuk dalam program asta cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tentang perbaikan gizi melalui program MBG.
Program MBG di kota Tanjungbalai telah mendirikan sebanyak 35 unit SPPG, dan 20 unit yang sudah beroperasi.
“Dengan sasaran 164 sekolah, 46.054 siswa, 480 ibu hamil, 1.141 ibu menyusui, dan 5.265 anak bayi berusia lima tahun,” katanya.
Pengentasan Kemiskinan dan Lapangan Kerja
Dengan berdirinya MBG, angka stunting bagi anak berkurang dan layanan lapangan kerja semakin bertambah di Kota Tanjungbalai.
Pemko Tanjungbalai berhasil menekan angka pengangguran di angka 3,31 persen dari tahun 2024. Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas perekonomian masyarakat Tanjungbalai mulai beranjak membaik.
Disis lain, Pemko Tanjungbalai juga meningkatkan kualitas hidup warganya dengan mendorong percepatan pembangunan rumah layak huni (RLH) bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Program ini terintegrasi melibatkan sinergi OPD dan badan Amil Zakat Nasional Kota Tanjungbalai dengan dukungan dana dari Bazbas Sumut. Untuk tahun ini, Kota Tanjungbalai menyalurkan tiga unit RLH kepada masyarakat, dan tahun sebelumnya, sudah merenovasi 50 unit rumah warga kurang mampu,” jelas Mahyaruddin Salim.
Dengan anggaran Rp 20 juta per unit, Pemko Tanjungbalai memperbaiki 50 rumah warga.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan setiap warga memiliki akses terhadap unian yang aman, sehat, dan layak sebagai dasar tumbuhnya kesejahteraan yang merata,” kayanya.
Terbukti, indeks pembangunan manusia di Kota Tanjungbalai mengalami peningkatan, pada tahun 2025, kita Tanjungbalai mendapati peningkatan 0,99 persen dari yang sebelumnya hanya meningkat 0,80 persen.
“Program tiga juta rumah di Kota Tanjungbalai sudah berjalan, dan penyusunan regulasi peningkatan kualitas rumah baik dari APBD Kita Tanjungbalai, APBD Provinsi, dan APBN.
Penataan Birokrasi
Hal ini dapat direalisasikan dengan adanya penataan Birokrasi yang baik, pentingnya reformasi birokrasi agar mencapai tata kelola pemerintahan yang baik, efisiens, transparan, dan akuntabel.
“Sehingga, mampu meningkatkan kepercayaan publik serta membangun lingkungan yang kondusif bagi pembangunan yang berkelanjutan, dan kualitas layanan publik,” katanya.
Perubahan dilakukan mulai dari Sistem Perizinan Satu Pintu (PTSP), Nilai indeks Reformasi Birokrasi, Opini Wajar Tanpa Pengecualian, Penerapan Sistem Merit, Layanan Pengaduan Responsif, dan mengisi sejumlah OPD dengan para pejabat yang memadai.
Penghargaan
Hasilnya, dengan perubahan yang dilakukan, Pemko Tanjungbalai dibawah kepemimpinan Mahyaruddin Salim Batubara, dengan Muhammad Fadli Abdina mendapatkan sejumlah prestasi dan penghargaan.
Juara 2 Kota Berprestasi Tingkat Nasional (Penurunan Tingkat Pengangguran): Dianugerahi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Palembang.
atas keberhasilan Pemko Tanjungbalai menekan angka pengangguran Penghargaan UHC Award 2026 (Kategori Pratama). Diterima pada Januari 2026 atas komitmen kuat Pemkot Tanjungbalai dalam menjamin perlindungan akses kesehatan masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Penghargaan Persentase Capaian Realisasi Investasi Terbesar Tahun 2025: Diberikan pada ajang Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) ke-12 Tahun 2026 di Parapat, sebagai apresiasi atas kinerja Pemko Tanjungbalai dalam mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah.