Labuhanbatu – Seorang remaja bernama Fauzan Akbar (14), menjadi perbincangan di media sosial usai dibully dan ditertawakan oleh Cahaya Mutiara Pohan (19) dan direkam rekannya Ulya Sayda Hasibuan (17), dengan berpakaian kaos berkerah, celana pendek dengan kaos kaki panjang menggunakan sepatu boot. Sontak video tersebut viral diberbagai media sosial.
Usai videonya viral, Fauzan asal Sei Berombang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, sempat terpukul dan mengurung diri di kamarnya atas ledekan wanita tersebut di media sosial. Bahkan ia sempat tidak mau masuk sekolah karena beban mental yang dialaminya.
Padahal, baju yang digunakannya itu adalah pemberian terakhir ibunya yang meninggal dunia saat malam takbiran. Kisah Fauzan ini mengundang simpati banyak pihak. Ia dianggap korban bullying di media sosial.
Para netizen yang geram langsung melontarkan perkataan ataupun ucapan kasar diberbagai kolom komentar media sosial kepada kedua wanita tersebut yang menertawakan dan merekam Fauzan dengan cara berpakaian atau outfitnya.
Mendapat kabar berita atas viral dengan dibullynya berpakaian Fauzan, pihak Forkopimcam terdiri dari Polsek Panai Hilir, Kecamatan Panai Hilir, dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Labuhanbatu, melakukan mediasi perdamaian antara korban Fauzan dengan Cahaya Mutiara Pohan dan Ulya Sayda Hasibuan.
Kapolsek Panai Hilir, Iptu Yuna Hendrawan Gultom, mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak memperpanjang masalah tersebut. Kejadian viral tersebut menjadi pembelajaran bagi keduanya karena sudah merugikan orang lain.
“Kedua wanita tersebut Cahaya dan Ulya tidak ada niat untuk menjelekkan Fauzan. Mereka mengakui kesalahannya karena memposting video Fauzan tanpa seizinnya dan kedua wanita tersebut tidak akan mengulangi perbuatanya lagi dikemudian hari,” ujar Iptu Yuna, Minggu (5/4/2026).
Dari postingan yang viral itu, Cahaya melontarkan dengan bahasa diucapkan “kampungan”. Sementara Ulya yang merekam video itu langsung memposting ke media sosial (medsos) dan berakhir viral dijagat maya.
Kapolsek Panai Hilir menyampaikan pesan Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, kepada Fauzan agar tetap kuat, percaya diri, dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Selain itu, diberikan juga tali asih berupa tas, seragam, dan sepatu sekolah sebagai bentuk perhatian dan penyemangat.
Polres Labuhanbatu mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah bullying, lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan saling menghargai satu sama lain. Kepedulian kecil hari ini diharapkan mampu mengembalikan senyum dan harapan bagi masa depan anak-anak kita.
Setelah mendapat kunjungan dan dukungan dari berbagai pihak, Fauzan yang sebelumnya sempat mengurung diri akhirnya menyatakan kesediaannya untuk kembali bersekolah dan melanjutkan pendidikannya. (atv)