Cilegon – Polisi berhasil menangkap Heru Anggara (31) terduga pelaku pembunuhan anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maman Suherman, di sebuah rumah yang berada di Kota Cilegon, Banten.
Dari penangkapan tersebut, pelaku diketahui bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di Cilegon. Polisi yang melakukan pemeriksaaan kepada pelaku ternyata merupakan warga Palembang, Sumatera Selatan dan bertempat tinggal di perumahan Bumi Rakata, Cilegon.
Korban tewas mengalami 19 luka di tubuhnya akibat senjata tajam dan benda tumpul. Polisi sempat mengalami kesulitan dalam mengungkap kasus ini karena sejumlah kendala, di antaranya kamera CCTV di rumah korban yang sudah tidak berfungsi sejak 2023 serta tidak adanya petugas keamanan di lingkungan tersebut.
Terduga pelaku Heru Anggara, sebelum melakukan aksi kejahatanya sempat berkomunikasi dengan istrinya soal terjadi upaya pencurian dan pembunuhan. Pelaku mengirim pesan singkat ke istri 4 jam sebelum membunuh korban.
Pesan singkat itu ditemukan polisi saat memeriksa ponsel Heru. Hasil pemeriksaan, Heru sempat curhat ke istrinya soal rencana melakukan tindakan kriminal.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, mengatakan bahwa bersangkutan sempat curhat kepada istrinya, ini ditemukan penyidik pada chat di ponsel antara pelaku dengan istrinya ‘apabila keadaan semakin amblas’ bahasanya ya, yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal.
Curhatan pelaku ke istrinya tersebut dilatarbelakangi oleh pelaku yang merugi dalam kripto. Awalnya pelaku sempat menang bermain kripto hingga Rp 4 miliar tapi kemudian kalah.
“Setelah kalah yang bersangkutan melakukan peminjaman di bank sebesar Rp 700 juta, di koperasi yang bersangkutan bekerja senilai Rp 70 juta dan meminjam dari pinjol Rp 50 juta. Tujuannya untuk main kripto lagi, tapi hasil yang diperoleh yang bersangkutan kalah lagi,” ujarnya.
Anak politikus PKS Cilegon Maman Suherman tewas dibunuh di rumahnya di perumahan BBS 3, Cilegon, pada 16 Desember 2025. Bocah 9 tahun itu tewas bersimbah darah di lantai satu rumah mewah tersebut.
Polisi memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan secara mendalam untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa tragis tersebut. (red)