Asahan – Lima orang pria diamankan oleh Tim Khusus (Timsus) Anti Narkoba Polres Asahan di sebuah kos-kosan di Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan pada Minggu pagi (22/2/2026). Dalam informasi yang diterima petugas, bahwa lokasi tersebut kerab dijadikan tempat transaksi sekaligus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Timsus Anti Narkoba Polres Asahan, saat melakukan penggerebekan mendapati ada lima orang pria berada di dalam kamar kos-kosan di Kelurahan Mutiara. Satu tersangka inisial HZ (48) ditemukan sedang duduk di depan meja, dan terdapat ada satu bungkus kotak rokok berisikan sabu seberat 1,21 gram. Selanjutnya, dari tangan SH (30) terdapat sabu seberat 2,32 gram. Sedangkan TRR (27), AS (35), dan J (38) ketiganya berada di dalam kamar kos-kosan sedang mengonsumsi sabu-sabu.
Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan narkoba, siapapun latar belakangnya. Kami berkomitmen menindak tegas setiap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Asahan.
“Timsus Anti Narkoba Polres Asahan telah mengamankan 5 orang pria dari dalam kamar sebuah kos-kosan. Informasi tersebut laporan dari masyarakat, dimana lokasi itu kerab dijadikan tempat transaksi narkoba. Untuk keseluruhan barang bukti yang diamankan petugas terdapat 3,53 gram sabu, uang tunai Rp305 ribu dan 5 ponsel,” ujar AKBP Revi, Selasa (24/2/2026).
Adapun 5 tersangka yang diamankan Timsus Anti Narkoba Polres Asahan yakni HZ (48) seorang PNS, SH (30) pecatan TNI, TRR (27) berperan membantu penjualan dan menerima uang dari HZ. Sementara AS (35) dan J (38) berada di lokasi untuk mengonsumsi sabu yang dibeli dari HZ melalui perantara TRR.
“Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan Polres Asahan dalam menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Kabupaten Asahan,” jelas AKBP Revi.
Saat ini kelima tersangka telah diamankan di Satres Narkoba Polres Asahan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik juga tengah melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat. (atv)