ASAHAN – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan (UNA) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Kenali dan Cegah Bullying Sejak Dini” di SDN 010029 Desa Perkebunan Sukaraja, Kecamatan Simpang Empat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Elfira Rahmadani, S.Pd.I., M.Pd. selaku dosen pembimbing lapangan, bersama tim mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP UNA. Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada para siswa agar memahami bahaya perilaku bullying dan mampu mencegahnya sejak usia dini, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
Ketua KKN, Rahmad Azhari, dalam sambutannya menegaskan bahwa bullying bukanlah kenakalan biasa, melainkan perilaku yang dapat merusak kepercayaan diri, psikis, hingga prestasi siswa.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap adik-adik siswa lebih berani berbicara, lebih peduli terhadap teman, dan mampu saling menghargai satu sama lain. Sekolah yang aman adalah kunci untuk belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (2/10/2025) tersebut, mahasiswa FKIP UNA juga berupaya menanamkan nilai empati, saling menghormati, serta menghindarkan anak-anak dari sikap agresif yang bisa melukai perasaan teman sebaya.
Kepala SDN 010029, yang turut hadir dan membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa UNA. Ia menilai kegiatan ini relevan dengan tantangan pendidikan dasar saat ini, di mana kasus perundungan masih sering terjadi di berbagai tingkatan usia.
“Sosialisasi Stop Bullying ini sangat penting bagi anak-anak. Baik di lingkungan sekolah, di luar sekolah, bahkan di rumah tangga, perilaku seperti ini masih sering terjadi. Saya sangat mendukung program yang disampaikan mahasiswa Universitas Asahan ini, karena membantu membuka wawasan masyarakat dan sekolah tentang pentingnya menghentikan perilaku tidak pantas antar sesama,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa sebagai calon pendidik mampu menjadi teladan.
“Kalian adalah generasi penerus yang harus mampu mengoreksi diri. Sebelum mendidik orang lain, kita harus lebih dahulu mendidik diri sendiri agar tidak menjadi pelaku bullying dalam bentuk apa pun,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti sesi interaktif. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi ringan, diskusi terbuka, serta simulasi situasi bullying yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif. Anak-anak diajak memahami cara menolak intimidasi, membela teman yang menjadi korban, dan melapor kepada guru jika melihat tindakan perundungan.
Selain bermanfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam melatih kemampuan komunikasi dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap pengabdian ini dapat menjadi langkah awal membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying,” tambah Rahmad Azhari.
Sosialisasi “Kenali dan Cegah Bullying Sejak Dini” merupakan bagian dari program UNA Membangun Desa, yang memiliki luaran berupa artikel media massa, publikasi video edukatif, serta peningkatan literasi sosial di kalangan masyarakat sekolah.
Dengan kegiatan ini, mahasiswa FKIP UNA berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menghormati sesama dan menciptakan lingkungan belajar yang positif adalah tanggung jawab bersama. Program ini juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang sehat, aman, dan ramah anak. (Atv2)