Asahan – Empat orang karyawan perkebunan PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kisaran, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan penggarap lahan milik perusahaan.
Berdasarkan Surat Laporan Polisi Nomor: LP/B/191/II/2026/SPKT/POLRES ASAHAN/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 25 Februari 2026 pukul 14.28 WIB, diterangkan bahwa korban pengeroyokan atas nama Muslim Saragih mengalami sakit di bagian tulang rusuk. Saat ini korban bersama tiga orang rekannya dirawat intensif di Rumah Sakit Katarina Kisaran, Kabupaten Asahan.
Kepala Security (Security Head) PT BSP Tbk Kisaran, Muslim Saragih, yang juga merupakan salah satu korban penganiayaan, saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Katarina Kisaran mengatakan, kejadian bermula pada Selasa, (25/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB tepatnya berada di Afdeling II Blok P 96205 Kebun Kuala Piasa, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan.
“Kami mendapatkan laporan dari karyawan panen Kebun Kuala Piasa Estate, bahwa ada sekelompok penggarap lahan perkebunan yang telah melakukan pencurian dan perampasan tandan buah segar (TBS) milik perusahaan yang berlokasi di Afdeling Divisi II Kebun Kuala Piasa Estate, Kecamatan Tinggi Raja,” ujarnya.
Setelah mendapat laporan tersebut, ia bersama karyawan dan anggota satuan tim pengamanan internal (security) serta satu orang petugas BKO pengamanan kebun dari personel Polres Asahan langsung turun ke lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, mereka mencoba melakukan pendekatan secara persuasif dan melarang para penggarap memanen buah kelapa sawit. Namun, upaya tersebut mendapat perlawanan yang cukup sengit.
“Mereka langsung menyerang dengan memukuli bagian wajah dan tubuh serta mencekik leher kami. Jumlah mereka cukup banyak, hampir mencapai lima puluh orang.
Masing-masing membawa kayu serta alat panen sawit (tojok) sebagai senjata mereka. Sedikit pun kami tidak melakukan perlawanan, kami hanya bisa bertahan dari pukulan yang datang bertubi-tubi,” katanya.
Kepada Bapak Kapolres Asahan kami meminta agar kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi kepada kami ini secepatnya diproses dan tangkap semua pelakunya,” pinta Muslim.
Sementara itu, Manager Social Security & Legal PT BSP Tbk Kisaran, Yudha Andriko, mengecam sekaligus mengutuk keras kejadian tersebut. Menurutnya, jumlah karyawan korban penganiayaan dan pengeroyokan tersebut sebenarnya ada delapan orang.
“Ada delapan orang yang menjadi korban. Empat orang di antaranya kini dalam kondisi rawat jalan, dan empat orang lagi masih opname rawat inap di Rumah Sakit Katarina Kisaran dan butuh penanganan medis lebih intensif,” ucapnya.
Saat ini, tiga orang korban sudah membuat laporan pengaduan ke Polres Asahan terkait kasus pengeroyokan. Sementara satu orang karyawan lainnya telah membuat laporan terkait pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Ia menegaskan, manajemen perusahaan akan bertanggung jawab penuh atas musibah yang terjadi kepada karyawan. Menurutnya, ini sudah merupakan tindakan provokatif yang tidak bisa ditoleransi lagi. Selama ini, perusahaan telah melakukan berbagai upaya dan pendekatan secara persuasif. (red)