AsahanTV I Kisaran – Terkait meninggalnya TNI AD bernama Pratu Farkhan Syauqi Marpaung anak dari Zakaria Marpaung dan Marsinah Silalahi warga Dusun 4, Desa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM Asahan meminta kasus ini diusut tuntas secara terang benderang.
Pratu Farkhan Syauqi Marpaung lulusan Tamtama Tahun 2020 di Batalion Infantri 113 Iskandar Muda Aceh ditugaskan di satgas pengamanan perbatasan Republik Indonesia Papua Nugini diduga meninggal dikarenakan kekerasan yang diterima dari seniornya, apalagi saat mendapatkan kekerasan almarhum lagi sakit.
Ketua Fokal IMM Kabupaten Asahan, Imran Ariadin menyatakan sikap tegas dan mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang dialami oleh korban kekerasan dalam bentuk apapun merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan martabat individu serta bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum yang ada di Indonesia.
“Kami meminta persoalan ini diusut tuntas dan langkah langkah hukum yang transparan atas kematian Pratu Farkhan. Diduga pelaku segera diproses hukum militer yang adil, sekaligus meminta pihak berwenang membentuk tim investigasi terkait insiden kekerasan yang dialami korban,”jelasnya.
Sikap ini lakukan sebagai bentuk komitmen Fokal IMM membangun budaya hormat-menghormati dan anti kekerasan dan mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan secara adil dan transparan. Kepada seluruh alumni IMM untuk bersatu dan mengambil sikap aktif dalam penolakan kekerasan ini. (Red)