Asahantv I Kisaran –Pagelaran Seni Budaya Daerah (PSBD) ke-VI Tahun 2025, yang dipusatkan di Kompleks Stadion Mutiara Kisaran pada Sabtu 4 Oktober mendatang rencananya akan dibuka Menteri Kebudayaan dan Gubsu.
Dari rangkaian rundown acara yang diterima wartawan, Kamis (2/10/2025) pagelaran seni budaya terbesar di Sumut ini dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Fadly Zon Menteri Kebudayaan bersama Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, didampingi Bupati Asahan dan unsur Forkopimda.
“Saat ini kita masih kebut persiapannya di lapangan semoga berjalan lancar. Secara jadwal memang ada mengundang Menteri Kebudayaan mudah – mudahan bisa berhadir bersama Gubernur Sumut nanti untuk membuka acara,”ujarnya.
Nantinya, rangkaian pembukaan PSBD akan diawali dengan parade mobil hias 14 etnis yang berkeliling Kota Kisaran. Parade dimulai dari Kantor Bupati Asahan dan berakhir di Kantor Camat Kota Kisaran Barat.
Penampilan budaya dari 14 etnis yang ada di Asahan akan menjadi atraksi utama, di antaranya Melayu, Batak Toba, Mandailing, Simalungun, Karo, Nias, Minang, Aceh, Banjar, Tionghoa, Tamil, Jawa, Sunda, hingga Bugis dan akan terlaksana secara estafet mulai 4 – 19 Oktober 2025.
Setibanya di lokasi acara, para tamu kehormatan akan disambut dengan tari persembahan Melayu. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, hingga sambutan dari pejabat pusat dan daerah.
Tidak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhi berbagai pertunjukan seni budaya khas, seperti tarian kolosal Melayu 14 etnis, pertunjukan Reog Ponorogo, Barongsai, dan Jatilan Pujakesuma Asahan, yang siap memeriahkan panggung utama.
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin menyampaikan bahwa PSBD bukan sekadar agenda budaya, melainkan wadah penting untuk mempererat persatuan di tengah keragaman etnis. Ia menekankan bahwa pesta budaya ini juga menjadi kebanggaan masyarakat Asahan, yang senantiasa menjaga tradisi dan kearifan lokal.
“PSBD adalah kebanggaan kita bersama. Di sinilah terlihat betapa masyarakat Asahan mampu menjaga tradisi, merawat nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan etnis adalah kekuatan yang mempersatukan. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi generasi muda agar mencintai budaya daerahnya,”ujar Bupati.
Sementara itu, Ketua Panitia PSBD Asahan, Saudin Sinaga, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah simbol kerukunan lintas suku di daerah tersebut.
“PSBD adalah cermin kebersamaan masyarakat Asahan yang hidup berdampingan dengan damai. Keberagaman etnis bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang menyatukan,”terang Saudin.
Ia berharap penyelenggaraan PSBD tahun ini dapat lebih mengangkat potensi budaya lokal hingga dikenal luas di tingkat nasional bahkan internasional. “Kami ingin Asahan tampil sebagai contoh harmonisasi budaya di Indonesia,”tambahnya.
Sebagai penutup pada acara penutupan masyarakat akan dihibur dengan konser musik yang menghadirkan artis ibu kota dan lokal pada malam hari, mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WIB. Ribuan warga diperkirakan hadir untuk menikmati pesta budaya terbesar di Asahan ini. (Red)