Oplus_0
AsahanTV I Kisaran – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Asahan menangkap pelaku berinisial SS, (50) pegawai PTPN IV Sei Kopas, Asahan, yang melakukan pencabulan terhadap siswi SD, beberapa waktu lalu.
Pelaku SS berhasil diamankan Polsek Bandar Pasir Mandoge dan menyerahkannya ke unit PPA Polres Asahan guna dilakukan pemeriksaan.
Iptu Rospita Kanit PPA Polres Asahan saat dikonfirmasi AsahanTV, Senin (9/2/2026) membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan SS untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.
“Sudah kita amankan, SS mengaku ada 4 orang siswi yang dicabuli. Kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku,”ujar Rospita.
Dihimpun awak media berita pencabulan ini berawal Kepolisian dari Polsek Bandar Pasir Mandoge mengamankan SS, pria paruh baya berusia 50 tahunan, yang juga karyawan di Kebun plat merah itu.
Informasi diperoleh, pelaku awalnya diamankan polisi dari Polsek Bandar Pasir Mandoge, pada Jumat (06/02/26) lalu.
“Pastinya gak tau jam berapa, tapi mau maghrib gitu bro. Ditangkap pas di rumahnya. Pencabulan terhadap anak, korbannya 4 orang,” ucap seorang sumber di awal perbincangan.
Dikatakan sumber, terbongkarnya kasus itu berawal saat salah satu korban, sebut saja Mawar terlihat merasakan sakit ketika buang air kecil. Melihat itu, ibu korban mendekati dan menanyakan. Namun karena tidak curiga anaknya telah menjadi korban pencabulan, si ibu tidak menanyakan terlalu jauh.
Hanya saja, saat diperiksa di saku Mawar, sang ibu melihat sejumlah uang dengan nilai yang sangat banyak. Ketika ditanya, Mawar mengaku uang itu pemberian SS. “Dibilangnya lah dari kek SS. Dan bukan dia aja dikasih, tapi ada 3 orang lagi kawan ngaji dia,”ujar sumber.
Pengakuan Mawar lantas diceritakan Ibunya ke teman sekaligus pimpinannya. Mawar dan ketiga korban lantas dipanggil dan ditanyai. Di sini lah, para korban mengaku sudah dicabuli oleh pelaku. Untuk memastikan, para korban hari itu juga dibawa ke pelayanan Kesehatan untuk diperiksa.
Hasil pemeriksaan, pada kelamin Mawar terlihat ada robekan tanda pencabulan, sementara ketiganya masih normal. “Korbannya kelas 4 SD satu orang, si Mawar sama 2 lagi masih kelas 3 SD. Hari itu juga dibuat laporan. Mungkin Rabu entah Kamis,”beber sumber tadi. (Red)