Tanjungbalai – seorang pria tahanan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Tanjungbalai, diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oknum petugas. Dari peristiwa itu, tahanan tersebut mengalami lebam dibagian wajah.
Bedasarkan informasi yang diterima, kejadian tersebut diakibatkan perkara kecil antara seorang tahanan dengan petugas lapas. Dimana, petugas lapas berinisial R diduga mengompas tahanan membeli stik biliar untuk kepentingan pribadinya.
Padahal, lembaga pemasyarakatan yang semestinya menjadi tempat warga binaan untuk masyarakat yang bermasalah dengan hukum, diduga telah melakukan kekerasan terhadap tahanan tersebut lolos dari pengawasan petugas lapas.
Trisno Tarigan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Tanjungbalai, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan terhadap tahanan tersebut.
“Terkait dugaan adanya tindakan kekerasan terhadap seorang tahanan masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman,” kata Trisno.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Asahan Teci Simanjuntak, menyayangkan hal tersebut dapat terjadi. “Apabila benar terjadi, lapas Tanjungbalai harus transparan dan tidak ada ditutup-tutupi dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengaku, Lapas Tanjungbalai harus bergerak cepat dan membuat tim khusus yang profesional untuk mengusut kasus ini. (atv)