Lhokseumawe – Kelompok Ikatan Mahasiswa Asahan (IMASA) yang berkuliah di Lhokseumawe-Aceh Utara, merasakan dampak banjir dan tanah longsor. Pasalnya, ada sekitar ratusan mahasiswa asal Kabupaten Asahan yang berkuliah disana tidak mendapatkan perhatian oleh pemerintah Kabupaten Asahan.
Kejadian tersebut mengakibatkan banyaknya rumah warga yang terendam banjir, akses jaringan terputus dan telekomunikasi dibeberapa titik, serta menghambat segala aktivitas akademik.
Sejumlah tempat tinggal dari mereka ikut terendam banjir yang mengakibatkan rusaknya barang-barang pribadi. Selain itu, beberapa mahasiswa juga mengalami kendala logistik dikarenakan harga bahan pokok yang semakin mencekik ekonomi masyarakat karena harga yang sangat tinggi.
Ketua Umum IMASA Asahan, Fadil mengatakan selama 5 hari kemarin 25 November 2025 daerah kami terisolir banjir, tanah longsor dan angin kencang. Sehingga kami terombang-ambing disini dan belum ada bantuan.
“Kami mohon kepada Pemkab Asahan dapat membantu kami, setidaknya menginformasikan kepada keluarga kami di Asahan. Kami disini saling kordinasi untuk saling menjaga satu sama yang lainnya.Untuk saat ini 70% data mahasiswa asal Asahan sudah aman,” ucapnya.
Hal ini dikhawatirkan dapat menghambat proses perkuliahan dan mempengaruhi kesehatan mahasiswa yang berlokasi di tempat yang terdampak.
“Sudah mencoba untuk berkomunikasi langsung dengan pemerintah Kabupaten Asahan namun sampai hari ini tidak ada jawaban pasti, katanya melalui WhastApp, Selasa (2/12/2025).
Kami berharap pemerintah Kabupaten Asahan dapat memberikan bantuan secepatnya agar meringankan beban terhadap mahasiswa Asahan yang terdampak.(Red).