AsahanTV I Kisaran – Perhimpunan Mahasiswa Asahan Seluruh Indonesia (PERMASI) Asahan meminta kejaksaan negeri Asahan serius menangani kasus dana desa berkedok bimtek yang menguras anggaran hingga milyaran rupiah.
Aktivis mahasiswa ini menyebutkan ada kejanggalan soal budaya bimtek 177 kepala desa se-Asahan ke luar kota yang syarat korupsi. Hal ini diketahui adanya pengakuan peserta bimtek mengaku kegiatan itu tidak ada manfaatnya ke masyarakat.
“Kita menduga hanya buat jalan-jalan saja, karena sedikit pembelajaran disitu, saya anggap juga ini menjadi kegiatan yang syarat dengan persekongkolan maupun dugaan korupsi karena biaya bimtek yang fantastis per desa Rp 20 juta, dikali 177 desa Rp.3.540.000.000.- “jelas Ketua Umum Permasi Asahan, Muhammad Seto Lubis, kepada AsahanTV, Rabu (24/6/2024) di Kisaran.